Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Tugas SIE Bidang Keuangan

Tugas I
Sistem Informasi Eksekutif Di Bidang Keuangan

Digunakan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Eksekutif
Yang di Ampu Oleh Bapak EndangKurniawan, S.Kom.



Oleh:
1.
Rikza Nur Alamsyah
4113115
2.
Dwijo Rofi Yulianto
4113124
3.
Muhammad Ulin Nuha
4113116

FAKULTAS TEKNIK PRODI SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM JOMBANG
2015


KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF DI BIDANG KEUANGAN. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang di ampu oleh Bapak Endang Kurniawan, S.Kom.

Makalah ini membahas tentang beberapa hal mengenai Sistem Informasi Eksekutif yang berkaitan dengan Bidang Keuangan, apa saja poin-poin penting yang terdapat dalam SIE di bidang keuangan dan juga contoh kasus dalam SIE di bidang keuangan.

Sebuah makalah yang diharapkan jauh dari kekurangan tetapi masih jauh dari kata sempurna, penulis menyadari bahwa makalah ini masih membutuhkan banyak pembenahan. Kritik dan saran dari pembaca sangat dibutuhkan agar penulis mampu menyusun makalah yang lebih baik lagi. Semoga dapat bermanfaat untuk pembaca dan penulis serta dapat diamalkan kepada orang-orang yang membutuhkan ilmu ini.

Jombang, November 2015



Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Keuangan adalah salah satu sumber daya yang memiliki nilai efisien, yang berfungsi sebagai penunjang aktivitas perusahaan. Keuangan juga sangat terkait dengan pencatatan dan pelaporan data. Peranan keuangan dalam membantu melancarkan tugas manajemen sangat menonjol, khususnya dalam melaksanakan fungsi perencanaan dan pengawasan.

Informasi keuangan dibutuhkan hampir semua kalangan baik dalam dunia bisnis, di setiap tingkatan manajemen serta masyarakat umum lainnya. Kelangsungan hidup suatu organisasi ataupun perusahaan tidak pernah lepas dari keuangan.

Salah satu peran penting yang harus dilakukan oleh eksekutif yang menempati bidang keuangan diantaranya melakukan pengambilan keputusan baik itu jangka panjang maupun jangka pendek. dan dalam pengambilan keputusan tersebut pun juga didasarkan oleh berbagai hal yang memang sesuai dengan tujuan awalnya.

Keputusan yang diambil oleh tersebut merupakan keputusan yang sangat penting, menyangkut dengan kelangsungan hidup dalam jangka panjang perusahaan tersebut. Untuk menjalankan pekerjaan yang efektif ini diperlukan pengambilan keputusan berdasarkan keputusan yang akurat, tepat, dapat diandalkan dan informasi yang digunakan merupakan informasi yang memiliki relevansi (hubungan) dengan keputusan yang akan diambil.

Untuk dapat melakukan pengambilan keputusan yang tepat tersebut dalam skala informasi cukup besar, dapat dilakukan dengan menggunakan dukungan salah satu pendukung pengolahan data sistem informasi yang tercakup dalam executive information system in finance.

Sistem informasi eksekutif pada bidang keuangan, merupakan suatu sistem yang menyediakan informasi bagi eksekutif mengenai kinerja keuangan perusahaan. Informasi dapat diambil dengan mudah.

Dengan sistem ini, seorang eksekutif dapat melakukan pengidentifikasian isu-isu strategis dan mengeksplorasi informasi untuk menemukan akar permasalahan dari isu-isu tersebut.

1.2.Batasan Masalah

Sistem informasi eksekutif pada bidang keuangan merupakan salah satu sistem yang digunakan untuk pengambilan keputusan maupun sarana evaluasi oleh eksekutif terhadap perusahaan khususnya dibidang keuangan.

Mengingat banyaknya masalah yang berkaitan dengan sistem informasi eksekutif pada bidang keuangan maka maka penulis membatasi panulisan pada makna, konsep dan juga studi kasus dalam sistem informasi eksekutif dibidang keuangan.

1.3.Rumusan Masalah

  • Apa yang dimaksud dengan sistem informasi eksekutif di bidang keuangan?
  • Apa saja konsep penting yang terkait dengan sistem informasi eksekutif di bidang keuangan?
  • Bagaimana sistem informasi eksekutif dibidang keuangan yang pernah di terapkan pada suatu perusahaan?

1.4.Tujuan

  • Mampu menggambarakan tentang sistem informasi eksekutif yang ada dibidang keuangan
  • Mampu mengidentifikasi secara umum tentang apa saja konsep yang berkaitan dengan sistem informasi eksekutif dibidang keuangan.
  • Mampu menganalisa sistem informasi eksekutif dibidang keuangan yang pernah diterapkan pada perusahaan tertentu.

1.5.Manfaat

  • Dapat memberikan gambaran mengenai sistem informasi eksekutif yang ada dibidang keuangan
  • Dapat mengidentifikasi konsep yang berkaitan dengan sistem informasi eksekutif untuk bidang keuangan
  • Dapat menggambarkan tentang sistem informasi eksekutif pada bidang keuangan yang telah diterapkan di sebuah perusahaan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Pengertian

Sistem informasi eksekutif pada bidang keuangan adalah salah satu jenis dari manajemen sistem informasi yang digunakan untuk memudahkan dan mendukung keterangan dan pembuatan keputusan untuk eksekutif senior dengan menyediakan kemudahan akses terhadap penggunanya dengan memberikan keterangan relevan (saling berhungan) terkait dengan keuangan dalam suatu perusahaan atau organisasi terkait. Hal ini biasanya menjadi salah satu bagian dari sebuah sistem pendukung keputusan. (Yusuf, 2013).

Mengacu pada pernyataan diatas, intinya adalah sebuah Sistem Informasi Eksekutif pada Bidang Keuangan tentunya telah ada otomatisasi aliran informasi khusus dalam bidang keuangan dari tiap-tiap fungsi operasional menuju dashboard para eksekutif untuk mengambil keputusan.

Dalam sebuah perusahaan atau instansi SIE pada bidang keuangan merupakan kebutuhan yang sangat penting terutama di era modern ini, dimana teknologi informasi sudah berkembang sedemikian pesatnya.

Sehingga segala proses yang dulunya masih menggunakan metode tradisional sekarang sudah banyak yang beralih ke metode digital, karena dengan memanfaatkan sebuah sistem, dalam hal ini yang kita bahas adalah sistem informasi eksekutif pada bidang keuangan bisa digunakan untuk memudahkan top level management dalam melakukan berbagai pengambilan keputusan maupun hal-hal lain terkait perkembangan keuangan dari perusahaan atau instansi tertentu.

2.2.Konsep

Konsep ini merupakan konsep secara umum dalam membuat sebuah sistem informasi eksekutif dibidang keuangan.

2.2.1. Analisis Keuangan

Sebuah Departemen Keuangan bertanggung jawab atas analisa keuangan dalam sebuah perusahaan atau organisasi terkait, dalam analisis ini terdapat 3 analisis yang dilakukan, diantaranya adalah: analisis vertikal, analisis horizontal, dan juga analisis rasio.

A. Analisis vertikal

Menurut (Lestari, 2015), Analisis Vertikal menitik beratkan pada hubungan financial antar pos-pos laporan keuangan satu periode. Dalam analisis vertikal terhadap neraca, masing-masing pos aktiva dinyatakan sebagai persen dari total aktiva.

Masing-masing pos kewajiban dan ekuitas pemilik dinyatakan sebagai persen dari total kewajiban dan ekuitas pemilik. Dalam analisis vertikal terhadap laporan laba-rugi, masing – masing pos dinyatakan sebagai persen dari total pendapatan atau penghasilan. Contoh ada pada Gambar 2.1 dan Gambar 2.2

Gambar 2.1 Analisis Vertikal Neraca

Gambar 2.2 Analisis Vertikal Laba Rugi

B. Analisis Horisontal

Menurut (Lestari, 2015), Analisis horizontal dilakukan dengan cara menjumlah setiap akun laporan keuangan tahun berjalan dibandingkan dengan akun yang sama pada periode sebelumnya untuk mengetahui kenaikan atau penurunan yang terjadi pada akun tersebut.

Kenaikan atau penurunan tersebut dibagi dengan akun periode sebelumnya dan dikali dengan seratus persen untuk mengetahui persentase kenaikan atau penurunan pada akun tersebut dan kenaikan atau penurunan jumlah pos dihitung sebagai persentase kenaikan atau penurunan. Contoh ada pada Gambar 2.3 dan Gambar 2.4

Gambar 2.3 Analisis Horisontal Neraca

Gambar 2.4 Analisis Horisontal Laba Rugi

C. Analisis Rasio

Merupakan alat analisis keuangan perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan (neraca, laporan laba/rugi, laporan aliran kas).

Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relationship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain (Wikipedia, 2014). Analisis rasio dapat digunakan untuk membimbing investor dan kreditor untuk membuat keputusan atau pertimbangan tentang pencapaian perusahaan dan prospek pada masa datang.

Salah satu cara pemrosesan dan penginterpretasian informasi akuntansi, yang dinyatakan dalam artian relatif maupun absolut untuk menjelaskan hubungan tertentu antara angka yang satu dengan angka yang lain dari suatu laporan keuangan. Analisis rasio keuangan menggunakan data laporan keuangan yang telah ada sebagai dasar penilaiannya.

Meskipun didasarkan pada data dan kondisi masa lalu, analisis rasio keuangan dimaksudkan untuk menilai risiko dan peluang pada masa yang akan datang. Pengukuran dan hubungan satu pos dengan pos lain dalam laporan keuangan yang tampak dalam rasio-rasio keuangan dapat memberikan kesimpulan yang berarti dalam penentuan tingkat kesehatan keuangan suatu perusahaan.

Tetapi bila hanya memperhatikan satu alat rasio saja tidaklah cukup, sehingga harus dilakukan pula analisis persaingan-persaingan yang sedang dihadapi oleh manajemen perusahaan dalam industri yang lebih luas, dan dikombinasikan dengan analisis kualitatif atas bisnis dan industri manufaktur, analisis kualitatif, serta penelitian-penelitian industri.

2.2.2. Audit Internal

Menurut Lawrence B. Sawyer diterjemahkan oleh Desi Adhariani (2005,h.10), audit internal merupakan sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan audit internal terhadap operasi dan kontrol yang berbeda-beda dalam organisasi untuk menentukan apakah, informasi keuangan dan operasi telah akurat dan dapat diandalkan, risiko yang dihadapi perusahaan telah diidentifikasi dan diminimalisasi, peraturan eksternal serta kebijakan dan prosedur intenal yang bisa
diterima telah diikuti, kriteria operasi yang memuaskan telah dipenuhi, sumber daya telah digunakan secara efisien dan ekonomis, dan tujuan organisasi telah dicapai secara efektif semua dilakukan dengan tujuan untuk dikonsultasikan dengan manajemen dan membantu anggota organisasi dalam menjalankan tanggung jawabnya secara efektif.

2.2.3. Hubungan Pengelolaan

Secara umum dalam konsep sistem informasi eksekutif pada bidang keuangan hubungan pengelolaan mencakup manajemen hubungan pelanggan atau lebih sering disebut dengan Customer Relationship Management (CRM) dan juga manajemen hubungan supliyer atau lebih sering disebut dengan Supply Relationship Management (SRM).

Hubungan pengelolaan ini bisa masuk kedalam konsep SIE pada bidang keuangan karena dalam bagian ini merupakan salah satu pemeran terpenting dalam semua jenis usaha apapun.

2.3.Studi Kasus

Studi kasus yang penulis angkat ini berasal dari jurnal Asia Pacific Management Review dengan judul “Executive Financial Information System Development and Implementation: Case Study on a Taiwanese IC Design Firm” karya Shu-Hsien Liao  dan Shao-ling Lu.

2.3.1. Gambaran Umum Perusahaan

Sitronix Technology Grup merupakan perusahaan desain terpadu (Integrated Circuit Design) yang didirikan pada tahun 1998, fokus utamanya adalah pengembangan sistem dan chip bisnis. Sejak awal berdirinya, Sitronix berkembang sangat cepat yang mana di tahun 2002, pendapatannya sudah mencapai $ 7,2 juta dolar.

Dengan adanya hal tersebut, maka perusahaan perlu teknologi informasi untuk mengembangkan integrasi efektif data, manajemen informasi, dukungan keputusan eksekutif dan lingkungan pengendalian internal.

A. Dukungan Sistem Keuangan Eksekutif Yang dibuat Peneliti melakukan metode wawancara secara mendalam kepada CEO maupun eksekutif lainnya untuk mendalami masalah yang ada didalam
perusahaan tersebut, Dan didapatkan 6 (enam) poin penting yang menjadi pertimbangan CEO untuk menentukan keputusan yang bisa diambil perusahaan tersebut, diantaranya:

  • Struktur Keuangan : Perbandingan rasio utang dan rasio investasi jangka panjang
  • Pembayaran : Perbandingan rasio aliran dan tingkat bunga dan rasio proteksi dll
  • Manajemen Kemampuan : koleksi kas fisik, data penjualan harian, turnover saham
  • Probabilitas : Perhitungan pengembalian aset, laba bersih dll
  • Arus Kas : Estimasi arus kas, investasi, re-investasi
  • Pengaruh Index: perbandingan manajemen dan grafik keuangan. 

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada Gambar 2.5
Gambar 2.5 Indeks Keputusan Keuangan

Untuk mendukung kebutuhan kasus perusahaan tersebut, maka peneliti membuat sebuah sistem informasi eksekutif dibidang keuangan yang mana meliputi, analisis keuangan, audit internal, risiko manajemen, dan hubungan manajemen menjadi komponen sistem.

Selain itu, menurut hasil wawancara mendalam dan tahap perencanaan sistem, integrasi sistem, sub-sistem dalam perusahaan bertujuan untuk memberikan dukungan sistem untuk CEO dengan enam indeks utama yang telah disebut pada Gambar 2.5, sehingga peneliti membuat desain sistem untuk mendukung CEO dan eksekutif lainnya.

Dalam desain fungsi sistem yang di usulkan peneliti yang didasari dari wawancara secara mendalam terhadap CEO maupun eksekutif lainnya di perusahaan maka desain untuk fungsi sistem nya terdiri dari 4 (empat) bagian, yaitu:

1. Manajemen Keuangan

Fungsi sistem manajemen keuangan meliputi analisis keuangan, manajemen bisnis, dan mata uang manajemen. Misalnya, hubungan data spesifik manajemen bisnis dalam kaitannya dengan catatan penjualan yang berbeda dapat diambil dari database untuk membantu analisis bisnis dan pengambilan keputusan.

Selain itu, sistem dapat menyajikan beberapa pertanyaan mengenai struktur keuangan, kemampuan membayar, dan kemampuan menghasilkan keuntungan pada satu layar.

2. Pengendalian Control

Audit internal dirancang untuk mendukung fungsi web audit dan memeriksa kegiatan pemasaran saat ini. Misalnya, ketika pengguna ingin mengaudit catatan sertifikasi transaksi dari kantor pusat Taipei ke cabang Hong Kong dalam rangka untuk memeriksa masalah yang mungkin antara rasio arus kas dan tingkat turnover saham, hasil query dapat menampilkan data rinci dengan menggunakan permintaan sistem fungsi.

3. Pengelolaan Resiko

Manajemen risiko dalam kasus perusahaan fokus pada menghindari nilai tukar asing dan kerugian bunga debit. Oleh karena itu, real time nilai tukar asing dan debit Data bunga indeks waktu tertentu diperlukan untuk eksekutif untuk membuat keputusan mereka pada urutan negosiasi dan keterlibatan

4. Relationship Management

Manajemen hubungan termasuk hubungan pemasok dan manajemen hubungan pelanggan. Sebagai contoh, perusahaan kasus dapat menganalisis struktur pelanggan untuk produk tertentu dalam jangka waktu tertentu untuk mengevaluasi pangsa pasar dan potensi pelanggan untuk transaksi produk berikutnya.

EIS dapat menghasilkan informasi secara keseluruhan dari sumber data yang berbeda dalam satu laporan. Laporan analisis diperlukan CEO pada tingkat strategis.

Dari keempat bagian tersebut merupakan solusi yang dibuat oleh peneliti untuk mengatasi masalah yang ada didalam perusahaan Sitronix, Untuk lebih jelasnya mengenai fungsi bagian dari masing-masing menu yang ada didalam sistem ini, bisa dilihat pada Gambar 2.6
Gambar 2.6 Desain Fungsi Sistem

BAB III
KESIMPULAN

Sistem informasi eksekutif di bidang keuangan merupakan salah satu bagian yang sangat kompleks, karena bagian keuangan merupakan salah satu poin terpenting dalam proses usaha, konsep yang digunakan dalam membuat sebuah sistem informasi eksekutif bidang keuangan adalah mulai dari melakukan analisis keuangan, audit internal, dan hubungan pengelolaan.

Dengan studi kasus yang telah dipaparkan, bisa ditarik kesimpulan bahwasannya dengan memanfaatkan sistem informasi eksekutif pada bidang keuangan ini, maka akan mempermudah seorang CEO ataupun eksekutif lain untuk bisa memutuskan langkah yang tepat, baik secara real-time maupun sesuai dengan kebutuhan yang dari perusahaan itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

LESTARI, R. A. (2015). BERDASARKAN MENGEVALUASI ANALISIS METODE KINERJA LAPORAN KEUANGAN VERTIKAL-HORIZONTAL KEUANGAN UNTUK PERUSAHAAN PT ASURANSI UMUM BUMIPUTERA MUDA 1967 MAKASSAR PERIODE 2011-2013. E-JOURNAL(EJ), 02.

Wikipedia. (2014, 03 31). Wikipedia. Retrieved 11 01, 2015, from Rasio Financial:
https://id.wikipedia.org/wiki/Rasio_finansial

Yusuf, A. (2013, 04). Academia. Retrieved November 01, 2015, from Sistem Informasi Eksekutif di Kementerian Keuangan: https://www.academia.edu/8738173/Sistem_Informasi_Eksekutif_di_Kementerian_Keuangan


Makalah dan PPT selengkapnya bisa di download DISINI


Kumpulan contoh business plan

Business Plan

Sebelum istilah wirausaha sepopuler seperti saat ini, dulu seing kali kita dengar istilah “Wiraswasta”. Istilah wiraswasta berasal dari kata wira (yang berarti utama, gagah, berani, luhur, teladan dan pejuang), swa (yang bermakna sendiri), dan sta (yang berarti berdiri).

Jadi, wiraswasta (entrepreneur) adalah perjuang yang utama, gagah, luhur, berani, dan layak menjadi teladan dalam bidang usaha dengan landasan berdiri di atas kaki sendiri. (http:www.pembelajar.com)

Tujuan dari Business Plan adalah :
  1. Mengatur dan membentuk kerjasama dengan perushaan lain dan saling menguntungkan.
  2. Juga mengundang orang-orang yang potensial atau mempuynyai keahlian untuk bergabung dengan anda
  3. Menjamin adanya fokus tujuan dari berbagai personil yang ada dalam perusahaan, sebab perusahaan akan tumbuh semakin besar sehingga Business Plan akan menjadi komponen yang sangat penting bagi setiap orang untuk tetap berpijak pada arah yang benar.

Bentuk Formal dari Business Plan adalah :
  1. Halaman Depan
  2. Daftar Isi
  3. Rangkuman Eksekutif
  4. Penjelasan Tentang Perusahaan
  5. Pemasaran
  6. Barang dan Jasa yang dihasilkan
  7. Usaha meningkatkan penjualan
  8. Permodalan 
  9. Apendix (akte pendirian, SIUP, sertifikat tanah, dsb)

Berikut kumpulan contoh Business Plan sederhana..
  1. Contoh Business Plan Sate
  2. Contoh Business Plan Kripik Singkong
  3. Contoh Business Plan Cabe
  4. Contoh Business Plan Service Computer
  5. Contoh Business Plan Loundry Rental
Dari contoh diatas, semoga kawan-kawan bisa mengembangkannya dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan semakin kuat, sehingga kita sendiri tidak akan menggantungkan hidup kita hanya untuk bekerja kepada orang lain.

{{{{Created by khususspemula.blogspot.com}}}}

#Baca Juga Artikel tentang Kewirausahaan DISINI

Cloud Computing (Computasi Awan)

Cloud Computing, Komputasi Awan

Definisi Cloud Computing
cloud-computing
Cloud Computing atau komputasi awan adalah sebuah teknologi gabungan komputasi dan internet menghasilkan sebuah layanan virtual yang memudahkan kita untuk menggunakan perangkat, software, tempat penyimpanan (storage) dan platform dengan menggunakan jaringan internet

Sehingga kita tidak perlu membeli komputer dan perangkat lain, atau membeli lisensi dari sebuah software yang tentu biaya nya lebih mahal daripada biaya dari cloud computing. Asal kata awan yaitu berasal dari symbol yang sering digunakan untuk menggambarkan jaringan internet.

Cloud computing dapat diakses dimanapun dan kapanpun dengan perangkat apapun, seperti: laptop, pc, handphone, dsb. Selagi kita punya akses internet. Cloud computing ada yang bersifat berbayar dan gratis. Pemakaian cloud computing bisa diatur sesuai dengan kebutuhan kita untuk memakainya. Cloud computing saat ini sangat disukai oleh pebisnis dikarenakan perhitungan biaya operasionalnya yang relatif lebih ringan.


PERKEMBANGAN CLOUD COMPUTING
Bermula pada tahun1960-an, John McCarth seorang pakar komputer  berpendapat Di buku Douglas Parkhill, The Challenge of the Computer Utility  bahwa “Perhitungan suatu hari nanti dapat diatur sebagai utilitas publik.”

Kemudian pada akhir tahun 1990-an, lahir konsep ASP (Application Service Provider) yang ditandai munculnya perusahaan pengolah data center. Selanjutnya pada tahun1995, Larry Ellison, pendiri Oracle, melahirkan wacana “Network Computing”. Ide itu menyebutkan bahwa PC tidak perlu dibenamkan software yang membuat berat kinerja dan cukup diganti sebuah terminal utam a berupa server.

Pada awal tahun 2000-an, Marc Beniof, eks Vice President Oracle melansir aplikasi CRM berbentuk “software as a service” bernama Salesforce.com ini adalah sebagai penanda lahirnya cloud computing.

Tahun 2005, situs online Amazon.com meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud), diikuti Google dengan Google App Engine, dan IBM yang melansir Blue Cloud Initiative. Perhelatan cloud computing meroket sebagaimana berjalanya waktu. Sekarang, sudah banyak sekali pemakaian sistem komputasi itu, ditambah lagi dengan sudah meningkatnya kualitas jaringan komputer dan beragamnya gadget yang ada. Contoh dari pengaplikasianya adalah Evernote, Dropbox, Google Drive, Sky Drive, Youtube, Scribd, dll.

LAYANAN CLOUD COMPUTING
Terdapat 3 jenis layanan yang ada di dalam cloud computing, diantaranya:
  1. Infrastruktur as a Service (IaaS)
  2. Infrastruktur as a Service adalah layanan dari cloud computing yang mengharuskan kita untuk menyewa infrastruktur IT, seperti: CPU, RAM, storage, bandwith dan konfigurasi lain. Komponen-komponen ini digunakan untuk membuat komputer virtual, konfigurasi komputer virtual ini pun dapat diubah sesuai kebutuhan. Kita juga bisa menginstall OS maupun aplikasi apapun didalamnya. salah satu vendornya adalah

    windows-azure
  3. Platform as a Service (PaaS)
  4. Plaform as a Service adalah suatu layanan dimana kita menyewa tempat yang lingkungannya terdiri dari sistem operasi, network, database engine, framework aplikasi, dll untuk menjalankan aplikasi yang kita buat. Kita bisa menganologikan “PaaS” ini Seperti “hotel”. Kita tidak perlu pusing untuk memelihara dan merawat kamar kita dan bila kita tidak nyaman maka tinggal pindah di hotel yang lain.

    Itu adalah gambaran mengenai PaaS. Tidak perlu memikirkan bagaimana pemeliharaan platrform yang disediakan, yang penting aplikasi yang kita buat bisa berjalan pada platform yang disediakan PaaS. Jika tidak nyaman maka kita tinggal complain pada penyedia layanan atau pindah ke penyedia layanan yang lebih baik. salah satu vendornya adalah

    #. Amazon Web Services (http://aws.amazon.com/)
    amazon
  5. Software as a Service (SaaS)
  6. Software as a Service adalah layanan cloud computing yang menyediakan software yang kita butuhkan tanpa harus menginstall ataupun membeli lisensi. Hanya dengan koneksi internet dan memakai layanan cloud computing ini anda sudah bisa memakai software yang anda butuhkan. Beberapa contoh penyedia layanan SaaS yaitu Office 365 atau yang biasa kita kenal Microsoft Office , Adobe Creative Cloud atau yang biasa dikenal di computer offline yaitu Adobe Suite, dsb. salah satu vendornya adalah

    #. SkyDrive (www.skydrive.live.com
    skydrive

PRINSIP KERJA CLOUD COMPUTING

Prinsip kerja cloud computing ini berawal dari prinsip flesibilitas yang dimana user lebih dimanjakan dengan berbagai kemudahan dalam penggunaan komputer. Jadi dalam prinsip ini mengutamakan internet sebagai alat untuk mempermudah penggunaan komputer. Proses kerja cloud computing menggunakan internet sebagai basis utama pengoperasian aplikasi. Semua data akan dikirim dan diproses lewat internet. Selain itu juga cloud computing menggunakan prinsip on-demand (saat itu juga), prinsip ini juga membuat cloud computing dapat digunakan anywhere and anytime.


MANFAAT CLOUD COMPUTING

Manfaat yang akan didapatkan bila menggunakan cloud computing, yaitu :
  1. Kemudahan untuk menambah kapasitas penyimpanan. Tidak perlu membeli peralatan tambahan, misalnya hardisk, flashdisk, dsb. Kita cukup menambah kapsitas penyimpanan pada penyedia layanan cloud computing.
  2. Kemudahan mengakses. Kita dapat menggunakan layanan cloud computing dimanapun, sehingga tidak menyulitkan kita serta dengan perangkat apapun (laptop, pc, hand phone, dan sebagainya) asal kita terkoneksi dengan jaringan internet.
  3. Keamanan data terjamin. Data yang kita simpan dalam cloud computing tentu telah dijamin keamanannya oleh penyedia layanan.
  4. Antisipasi yang baik terhadap keadaan alam yang membahayakan data. Saat terjadi bencana alam yang mengakibatkan peralatan penyimpanan kita rusak. Bila kita sudah menyimpannya pada cloud computing, maka kita masih bisa menggunakan data

{{{{Created by: khususspemula.blogspot.com}}}}

KELEBIHAN CLOUD COMPUTING

  1. Menghemat biaya operasional
  2. Cloud computing dapat menghemat biaya operasional karena seseorang, kelompok, maupun perusahaan yang menggunakan cloud computing ini tidak perlu lagi menyediakan PC terlalu banyak untuk pengoperasian kebutuhannya. Cukup dengan menyewa program cloud computing yang sesuai dengan kebutuhan, operasional sudah bisa berjalan dengan semestinya.

  3. Menghemat tempat
  4. Meskipun kita hanya punya satu PC, yang penting kita punya akses jaringan internet kita bisa menghemat biaya pembelian PC lain hanya dengan menggunakan aplikasi-aplikasi dari cloud computing yang sesuai dengan kebutuhan kita. Karena cloud computing memungkinkan kita memiliki beberapa komputer virtual.

  5. Efisien, efektif dan praktis
  6. Jika kita butuh server dengan kapasitas besar kita bisa menyewanya dengan biaya yang sesuai dengan ketentuan, sehingga kita tidak perlu repot-repot membeli server yang harganya juga tidak murah itu. jadi cloud computing terbukti lebih efektif, efisien, praktis dalam penggunaannya.

  7. Fleksibilitas
  8. Cloud computing tidak ada batas untuk mengakses, yang terpenting kita punya akses untuk jaringan internet, mau kita di sawah, hutan, jalan, tempat wisata dll, kita pasti bisa mengakses, memanfaatkan cloud computing ini sesuai dengan kebutuhan kita.
  9. Mengurangi biaya pembelian lisensi untuk perangkat lunak

  10. Aplikasi-palikasi dari cloud computing sudah memberikan fasilitas perangkat lunak, seperti di skydrive ada : word, excel, powerpoint dll, program ini sudah ada tanpa kita harus menginstallnya dahulu ataupun membeli lisensinya.

  11. Pembaruan perangkat lunak Instan
  12. Kita bisa menikmati perangkat lunak yang selalu di upgrade oleh vendor, tanpa harus kita yang meng-upgradenya sendiri. Sehingga kita selalu menggunakan software yang ter-upgrade.

  13. Pasar baru bagi praktisi IT
  14. Bagi para praktisi pengembang IT, ini adalah sebuah pasar baru yang semakin tahun semakin berkembang karena bisnis ini sangat mudah menarik konsumen dikarenakan keuntungan-keuntungan bagi penggunanya yang cukup menggiurkan


KELEMAHAN CLOUD COMPUTING

  1. Bergantung dengan internet
  2. Menggunakan cloud computing berarti kita diharuskan memiliki akses internet, hanya saja kendalanya jika koneksi internet lemah maka proses menjalankan aplikasinya juga akan ikut melemah juga sehingga poin penting dari cloud computing salah satunya adalah koneksi internet.

  3. Data yang anda simpan mungkin tidak aman
  4. Dengan komputasi awan, semua data disimpan dicloud, pertanyaan adalah Bagaimana aman atau tidakkah data-data yang kita simpan? Dapatkah pengguna yang tidak sah menggunakana data kita, semua itu kembali ke masing-masing vendor.

  5. Kualitas server dari cloud computing
  6. Salah satu hal terpenting yang harus kita pertimbangkan adalah kualitas dari penyedia layanan server cloud computing, karena bukan tidak mungkin kita akan dirugikan ketika server tempat dimana kita menyimpan semua file atau akses program kita sewaktu-waktu akan down dan mengurangi performanya. Alih-alih kita semakin dimudahkan dengan cloud computing, bisa-bisa kita malah dirugikan dengan cloud computing.

  7. Berkurangnya tenaga IT
  8. Setelah perusahaan-perusahaan beralih ke cloud computing bisa jadi permintaan tenaga IT akan berkurang. Karena, cloud computing sangat mudah digunakan sehingga tidak membutuhkan banyak tenaga IT.

  9. Belum terjaminnya keamanan file yang kit simpan
  10. Mempercayakan file kita ke vendor berarti kita harus mempercayakan sepenuhnya atas apa yang mungkin akan terjadi ke file kita, seperti halnya kita mengunggah file-file ke facebook you tube maupun yang lain.


KESIMPULAN
Cloud computing merupakan trobosan teknologi baru yang bisa memudahkan para penggunanya menikmati berbagai program yang disediakan vendor tanpa harus membeli lisensi ataupun meng-upgrade program-program yang disediakan, selain itu pengguna juga tidak usah susah-susah membeli komputer telalu banyak untuk menunjang aktifitasnya, kita cukup menyewanya dari penyedia layanan dengan biaya yang masih terjangkau, kalaupun kita sudah tidak menggunakannya kita tidak perlu lagi memperpanjang untuk menyewa.

Menggunakan cloud computing ibarat kita kontrak rumah, jika kita sudah tidak nyaman lagi dirumah tersebut, kita pindah ke rumah lain saja yang lebih baik juga bisa. Namun dibalik berbagai kelebihannya, cloud computing juga memiliki beberapa kekurangan seperti ketidakpastiaan aman atau tidaknya file-file yang kita simpan, ketergantungan terhadap akses internet, belum lagi kalau internet lelet, proses menjalankan programnya juga ikut lelet.

Jadi, seperti pepatah bilang, "tak ada gading yang tak retak" ini adalah istilah yang pas untuk menggambarkan cloud computing, karena kelebihannya yang sangat banyak itu juga terselip kekurangannya, ini mungkin yang harus diperbaiki oleh praktisi pengembang IT ataupun kita juga bisa memberikan sumbangsih untuk perkembangan cloud computing kearah yang positif. Sehingga cloud computing menjadi trobosan baru teknologi virtual yang mumpuni dalam menunjang aktifitas operasional pribadi, golongan maupun perusahaan.

SEMOGA BERMANFAAT

Baca Juga Artikel Teknologi Komunikasi Selengkapnya DISINI

Makalah tentang artificial intelligence

PEMBAHASAN

A. Pengertian Artificial Intelegence (AI) /Kecerdasan buatan

ai
Kecerdasan didefinisikan sebagai kemampuan untuk memperoleh, mengerti dan menggunakan pengetahuan atau kemampuan untuk melatih perkiraan dan pemikiran. Kecerdasan adalah gabungan jumlah prestasi yang memberikan kita kemampuan mengingat.

Kecerdasan dimiliki seseorang yang pandai melaksanakan pengetahuan yang dimilikinya. Jika seseorang memiliki banyak pengetahuan, tetapi ia tidak bisa melaksanakan dalam praktek, maka ia tidak bisa digolongkan ke dalam kecerdasan.dengan kata lain kecerdasanadalah kemampuan manusia untuk memperoleh pengetahuan dan pandai melaksanakannya dalam praktek.

Adapun definisi kecerdasan buatan menurut Paul Y. Gloess, adalah ilmu yang mempelajari bagaimana membuat suatu mesin seolah-olah memiliki kecerdasan dalam memecahkan suatu masalah yang diberikan kepadanya.

B. Ada beberapa pengertian kecerdasan buatan antara lain :
  1. Kecerdasan buatan adalah cabang ilmu komputer yang berhubungan dengan studi dan kreasi sistem komputer yang mempertunjukkan beberapa bentuk kecerdasan.
  2. Sistem yang mempelajari konsep-konsep baru dan tugas-tugas.
  3. Sistem yang dapat berfikir dan menarik kesimpulan yang berguna bagi lingkungan sekitar kita.
  4. Sistem yang dapat mengerti bahasa dan memahami pemandangan visual.
  5. Sistem yang melakukan tipe-tipe yang lain seperti prestasi yang membutuhkan kecerdasan manusia.

Untuk lebih detailnya, pengertian kecerdasan buatan dapat dipandang dari berbagai sudut pandang antara lain :
  1. Sudut pandang kecerdasan
  2. Kecerdasan buatan akan membuat mesin menjadi “cerdas” (mampu berbuat seperti apa yang dilakukan manusia).
  3. Sudut pandang penelitian
  4. Kecerdasan buatan adalah suatu studi bagaimana membuat agar komputer dapat melakukan sesuatu sebaik yang dikerjakan manusia.
  5. Sudut pandang pemrograman
Kecerdasan buatan meliputi studi tentang pemrograman simbolik, penyelesaian masalah (problem solving) dan pencarian (searching).

C. Perbandingan Kecerdasan Alami dan Kecerdasan Buatan

Jika dibandingkan dengan kecerdasan alami (kecerdasan yang dimiliki oleh manusia), kecerdasan buatan memiliki beberapa keuntungan secara komersial antara lain :
  • Kecerdasan buatan lebih bersifat permanen
  • Kecerdasan butan lebih mudah diduplikasi dan disebarkan.
  • Kecerdasan butan lebih murah
  • Kecerdasan buatan lebih konsisten
  • Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih cepat
  • Kecerdasan buatan dapat didokumentasikan

Sedangkan keuntungan dari kecerdasan alami adalah
  • Kemampuan untuk menambah ataupun memenuhi pengetahuan itu sangat melekat pada jiwa manusia. Pada kecerdasan buatan, untuk menambah pengetahuan harus dilakukan melalui sistem yang dibangun.
  • Kecerdasan alami memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman secara langsung. Sedangkan pada kecerdasan buatan harus bekerja dengan input-input simbolik.
  • Pemikiran manusia dapat digunakan secara luas, sedangkan kecerdasan buatan ada batasnya

Sedang untuk bidang Aplikasi Kecerdasan Buatan :
  • Game Playing merupakan bidang AI yang sangat populer berupa permainan antara manusia melawan mesin yang mempunyai intelektual untuk berfikir. Contoh : Permainan Catur
  • Sistem Pakar (Expert System), Disini komputer digunakan untuk menyimpan pengetahuan para pakar.
  • Pengelolaan Bahasa Alami ( Natural Language Processing ), Dengan pengolahan bahasa alami ini diharapkan user dapat berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan bahasa sehari-hari.
  • Robotika dan Sistem Sensor ( Robotics and Sensory System).
  • Intelligent Computer-aided Komputer dapat digunakan sebagai tutor dalam melatih dan mengajar.

D. Tujuan Artificial Intelegence (AI) /Kecerdasan buatan
  1. Tujuan utama dari kecerdasan buatan adalah membuat komputer agar lebih berguna dan mengerti prinsip-prinsip yang memungkinkan untuk menjadi cerdas.
  2. Memahami apa itu kecerdasan buatan (tujuan ilmiah)
  3. Membuat mesin lebih bermanfaat (tujuan entrepreneur).

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian, dan saran-saran yang mungkin agar penelitian ini untuk diperbaiki dan dikembangkan di masa yang akan datang.
Adapun kesimpulan dari hasil penelitian ini, antara lain:
  1. Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.
  2. Tujuan kecerdasan buatan:
    1. Membuat komputer lebih cerdas
    2. Mengerti tentang kecerdasan
    3. Membuat mesin lebih berguna
  3. Kelebihan kecerdasan buatan:
    1. Lebih bersifat permanen.
    2. Lebih mudah diduplikasi & disebarkan

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan
Suyanto,ST.,Msc (2007). Artifical Intellegence Jakarta : INFORMATIKA . Kusumadewi, Sri (2003). Artificial Intelligence Yogyakarta: Graha Ilmu.



  • Baca juga selengkapnya tentang Cloud Computing DISINI

Makalah Tentang Hadist


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


makkah
Seluruh umat islam telah menerima paham, bahwa hadist Rasulullah saw adalah seorang pedoman hidup yang utama, setelah Al-Qur’an. Sehingga tingkah laku manusia yang tidak ditegaskan ketentuan hukumnya, tidak diterangkan cara mengamalkannya, tidak diperinci menurut dalil yang masih utuh, ini hendaknya dicarikan penyelesaian ketentuan hukumnya dalam al-Hadist. Namun, andai kata tingkah laku tersebut belum pernah dilakukan oleh dimasa Rasulullah saw. Hingga memerlukan ijtihad baru untuk menghindari kevakuman/ ketiadaan hukum, baru kita alihkan untuk mencari pedoman yang lain yang dibenarkan oleh syari’at.

Dengan demikian Rasulullah saw merupakan sebuah sarana/ media yang berfungsi untuk menjelaskan al-Qur’an, baik itu dengan sabdanya, tindakannya, akhlaqnya, dan bahkan segala gerak-gerik beliau, beliau tidak pernah bertindak, bertutur bersikap tanpa adanya dasar wahyu dari Allah, yang difirmankan dalam an-Najm 3:4:

“Dan Tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”

Adapun jika ada hadist yang bersifat dla’if, bukanlah kelemahan terletak pada Rasulullah, para muhadditsin berpendapat bahwa kelemahan ini kemungkinan terletak pada pewarta (rawi)-nya salah terima, bahkan mungkin juga salah pengakuan. Jadi, ia menyaksikan sendiri apa yang diwedarkannya, padahal tidak. Untuk masalah lebih lanjut akan kita bahas di pembahasan makalah ini.

1.2 RUMUSAN MASALAH
  1. Apa itu Hadits?
  2. Bagaimana perkembangan hadits?
  3. Apa saja komponen hadits?
  4. Apa saja cabang-cabang ilmu yang berhubungan dengan hadits?

1.3 TUJUAN
  1. Memahami pengertian dari Hadits.
  2. Mengerti perkembangan Hadits dari masa ke masa.
  3. Mampu mengetahui komponen pembentuk hadits.
  4. Mampu mengidentifikasi cabang-cabang ilmu hadits


BAB II

PENGERTIAN HADIST

A. PENGERTIAN HADIST
  1. Pengertian Etimologis (Asal usul kata)
  2. Menurut Ibn Manzhur, kata “hadist” berasal dari bahsa Arab, yaitu al-hadits, jamaknya al-ahadits, al-haditsan, dan al-hudstan. Secara etimologis, kata ini memiliki banyak arti, diantaranya, al-jadid (yang baru), al-khabar (kabar/ berita), al-qadim (yang lama).
    Menurut M.M Azami, mendefinisikan bahwa kata hadits (Arab: al-hadits), secara etimologi (lughmiwiyah), yang berarti komunikasi, kisah, percakapan.

  3. Pengertian Secara Terminologis
  4. Secara terminologis, para ulama’, baik muhaditsin, fuqaha, ataupun ulama ushul, merumuskan pengertian hadits yang berbeda-beda. Perbedaan ini disebabkan karena luasnya objek tinjauan masing-masing, yang tentu saja mengandung kecenderungan ilmu yang ada didalamnya.
    Ulama’ hadist sendiri mendefinisikan hadits sebagai berikut, “Segala sesuatu yang diberitakan dari nabi Muhammad SAW, baik berupa sabda, perbuatan, taqrir, sifat-sifat maupun hal ihwal”
    Menurut ahli ushul fiqh, “Hadits adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi SAW, selain al-qur’an al-karim, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrir Nabi yang bersangkut-paut dengan hukum syara’.”
    Menurut para fuqaha, “Segala sesuatu yang ditetapkan nabi Muhammad Saw, yang tidak bersangkut-paut dengan masalah-masalah fardlu atau wajib.”
    Hal ini jelas bahwa para ulama beragam dalam mendefinisikan hadits mereka berbeda dalam meninjau objek hadits itu sendiri.

B. BENTUK-BENTUK HADITS
Berdasarkan pengertian diatas, kita bisa melihat berbagai bentuk hadits, diantaranya: qauli (perkataan), fi’il (perbuatan), taqrir (ketetapan), hammi (keinginan), ahwali (hal ihwal) dan lainnya.
  1. Hadits qauli
  2. Hadits qauli adalah segala bentuk perkataan atau ucapan yang disandarkan kepada Nabi SAW. Dengan kata lain, hadits qauli adalah hadits berupa hadits berupa perkataan Nabi SAW. Yang berisi tentang berbagai tuntutann dan petunjuk syara’, peristiwa, dan kisah, baik berkaitan dengan aspek akidah, syariat, maupun akhlak.
    Contohnya adalah hadits tentang kecaman rasulullah SAW kepada orang-orang yang mencoba memalsukan hadits-hadits berasal dari Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa sengaja berdusta atas diriku, hendaklah ia bersiap-siap menempati tempat tinggalnya dineraka.” (Hr. Muslim).

  3. Hadis Fi’li
  4. Hadits fi’li adalah segala perbuatan yang disandarkan kepada nabi Muhammad SAW. Dalam hadits tersebut terdapat berita tentang perbuatan Rasulullah SAW yang menjadi anutan perilaku sahabat pada saat itu, dan menjadi suatu keharusan bagi umat islam untuk mengikutinya. Contohnya adalah hadits tentang saat rasulullah shalat saat perjalanan diatas kendaraan:

    عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ كَانَ رَسُوْلُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّى عَلَى رَاحِلَتِهِ حَيْثُ تَوَجَّهَتْ فَإِذَا اَرَادَ اْلفَرِيْضَةَ نَزَلَ فَاسْتَقْبَلَ اْلفِبْلَةَ
    "Dari Jabir berkata, bahwasanya Rasulullah pernah shalat di atas tunggangannya, kemana saja tunggangannya itu menghadap. Apabila beliau hendak (melaksanakan shalat) fardhu, ia turun dan menghadap ke kiblat" (HR. Bukhari-Muslim).

  5. Hadits taqriri
  6. Hadits taqriri adalah suatu hadits berupa ketetapan Rasulullah saw. Terhadap apa yang dating atau dilakukan para sahabat. Membiarkan atau mendiamkan suatu perbuatan yang dilakukan oleh para sahabat, tanpa memberikan penegasan, apakah beliau membenarkan atau mempermasalahkannya. Sikap Rasul saw yang demikian itulah yang dijadikan dasar para sahabat sebagai dalil taqrir. Contohnya adalah saat Rasulullah ditanyai sahabat tentang apakah daging biawak haram / tidak:

    ‏أَحَرَامٌ الضَبُّ يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ ‏ ‏لَا وَلَكِنْ لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِ قَوْمِيْ كُلُوْا فَإِنَّهُ حَلَالٌ قَالَ ‏ ‏خَالِدٌ ‏ ‏فَاجْتَرَرْتُهُ فَأَكَلْتُهُ وَرَسُوْلُ اللهِ ‏ ‏صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏يَنْظُرُ إِلَيَّ
    "Apakah biawak ini haram? Nabi menjawab: "tidak, hanya saja (binatang ini) tidak ada di daerah kaumku. Makanlah, karena itu halal". Khalid berkata: "Segera aku memotongnya dan memakannya, sedangkan Rasulullah menyaksikanku". (HR. Bukhari-Muslim)

  7. Hadits Hammi
  8. Hadits hammi adalah hadis yang berupa keinginan atau hasrat Nabi saw, yang belum terealisasikan, seperti halnya hasrat berpuasa tanggal 9 ‘Asyura Ibn Abbas :
    Artinya: “Sewaktu Rasulullah saw berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya ia adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani”. Rasulullah saw menjawab, ”Tahun yang akan datang, insya Allah kita akan berpuasa pada hari kesembilan(nya)”. ‘Abd Allah ibn ‘Abbas mengatakan, “Belum tiba tahun mendatang itu, Rasulullah saw pun wafat”

  9. Hadits Ahwali
  10. Hadits yang berupa hal ikhwal tentang Rasulullah saw, yang tidak termasuk kedalam kategori kedalam kategori keempat bentuk hadits yang telah disebutkan tadi. Hadits yang termasuk kategori ini adalah hadits yang menyangkut sifat-sifat, kepribadian rasulullah saw, serta fisik nabi saw. Contohnya sepertinya hadits yang diriwayatkan oleh al-Barra` ibn ‘Azib berikut ini:

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ وَجْهًا وَأَحْسَنَهُ خَلْقًا لَيْسَ بِالطَّوِيلِ الْبَائِنِ
    Artinya: “Rasulullah saw adalah manusia memiliki sebaik-baik rupa dan tubuh. Kondisi fisiknya, tidak tinggi dan tidak pendek ”.

    BAB III SEJARAH PERKEMBANGAN HADITS

    A. Sejarah Perkembangan Hadits
    Sejarah perkembangan hadits merupakan suatu masa atau periode yang telah dilalui oleh hadits mulai dari masa lahir, tumbuh dalam pengenalan, penghayatan maupun pengamalan bagi umat setelahnya. Sehingga dengan memahami beberapa aspek-aspek tersebut para ulama’ muhaditsin membagi sejarah perkembangan hadits ada yang menjadi 3 (empat) periode, 5 (empat) periode, 7 (tujuh) periode. Namun yang paling popular dikalangan para ulama muhaditsin periodisasi dari sejarah perkembangan hadits dibagi menjadi 7 (tujuh) periode, diantaran:

    1.1 Periode Pertama: Perkembangan Pada Masa Rasulullah saw
    Periode ini biasa disebut dengan “Ashr Al-Wahyu wa At-Taqwin” atau turunnya wahyu dan pembentukan masyarakat islam. Pada periode ini hadits berupa sabda langsung dari rasulullah saw yang berfungsi untuk menerangkan Al-Qur’an untuk menegakkan syari’at Islam dan membentuk masyarakat Islam.
    Dimasa ini para sahabat menerima hadits secara langsung ada pula yang tidak secara langsung, penerimaan secara langsung seperti saat rasulullah saw sedang ceramah, pengajian, khutbah, dll. Sedang jika tidak secara langsung dengan cara mendengar dari para sahabat ataupun dari utusan nabi saw yang mengemban amanah ke daerah, ataupun sebaliknya.
    Sayangnya dimasa nabi saw hadits belum dituliskan secara resmi oleh para sahabat, namun itu semua bukan berarti tidak ada sahabat yang tidak menulis hadits, dalam perkembangannya terdapat beberapa nama penulis hadits dimasa ini, diantaranya:
  • ‘Abdullah Ibn Amr Ibn ‘Ash, Shahifah-nya disebut Ash-Shadiqah.
  • Ali Ibn Abi Tholib, penulis hadits tentang diyat, hukum kekeluargaan, dll
  • Anas Ibn Malik
    Namun dari semua itu bukti yang paling otentik adalah ketika nabi saw menyelenggarakan dakwa dan pembinaan umat, beliau sering mengirimkan surat-surat seruan pemberitahuan, antara lain kepada pejabat didaerah dan surat tentang seruan dakwah islamiyah kepada para raja dan kabilah yang ada dimanapun, surat-surat tersebutlah yang membuktikan bahwa diperioode rasulullah saw telah dilakukan penulisan hadits dikalangan sahabat.

    1.2 Periode Kedua: Perkembangan Hadits Pada Masa Khulafa’ Ar-Rosyidin (11 H- 40H)
    Periode ini disebut dengan “Ashr-At-Tatsabbut wa Al-Iqlal min Al-Riwayah” atau masa membatasi dan menyedikitkan riwayat. Setelah nabi Muhammad saw wafat pada tahun 11 H. beliau meninggalkan dua dasar pedoman hidup, yaitu al-qur’an dan al-hadits yang harus menjadi pegangan dalam seluruh aspek kehidupan umat.
    Pada masa khalifah Abu Bakar dan Umar, periwayat hadits tersebar hanya terbatas, dikarenakan penulisan hadits yang belum diperkenankan secara resmi, dan ditambah lagi dimasa kholifah umar, beliau lebih cenderung menekankan agar para sahabat mengerahkan perhatiannya untuk menyebarluaskan al-qur’an.
    Namun di masa kholifah umar sebenarnya beliau juga mempunyai gagasan untuk membukukan hadits, namun menurut cerita niat tersebut diurungkan setelah beliau melakukan shalat istikharah.

    1.3 Periode Ketiga: Perkembangan pada Masa Sahabat Kecil dan Tabiin
    Periode ini disebut “Ashr Intisyar al-Riwayah ila Al-Amshar” atau masa berkembang dan meluaskan periwayatan hadits. Dimasa ini perkembang Islam mulai meluas ke negeri Syam, Irak, Mesir, Sampai ke Spanyol. Sehingga para sahabat kecil maupun tabiin ini lebih giat lagi mencari hadits ke sahabat-sahabat besar.
    Dimasa ini periwayatan hadits meningkat sangat besar, sehingga muncullah bendahara dan lembaga hadits diberbagai daerah diseluruh negeri. Diantara bendaharawan hadits yang menerima, menghapal, dan mengembangkan atau meriwayatkan hadits diantaranya:
    1. Abu Hurairah, menurut Ibn Al-Jauzi, beliau meriwayatkan 5.374 hadits, sedangkan menurut Al-Kirmany, beliau meriwayatkan 5.364 hadits.
    2. ‘Abdullah Ibn Umar meriwayatkan 2.630 hadits.
    3. ‘Aisyah, istri Rasulullah saw, meriwayatkan 2.276 hadits.
    4. ‘Abdullah Ibn ‘Abbas meriwayatkan 1.660 hadits.
    5. Jabir Ibn ‘Abdullah meriwayatkan 1.540 hadits.
    6. Abu Sa’id Al-Khudri meriwayatkan 1.179 hadits.
    Dimasa ini pula mulai muncul usaha untuk pemalsuan hadits oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hal ini terjadi setelah wafatnya Ali R.A. karena dimasa itu Islam mulai terpecah mejadi 3 golongan, yaitu: Syi’ah (Ali Ibn Abi Tholib), Mu’awiyah (golongan oposisi Ali Ibn Abi Tholib), dan Jumhur (pemerintah). Hal iniliah yang memacu orang-orang tak bertanggung jawab memalsukan hadits demi keuntungan golongan mereka masing-masing.

    1.4 Periode Keempat: Perkembangan Hadits abad ke-II dan III Hijriyah
    Periode ini disebut “Ashr Al-Kitabah wa Al-Tadwin” atau masa penulisan dan pembukuan. Maksudnya disini adalah masa dimana pemerintah dengan secara resmi menyelenggarakan penulisan pembukuan hadits. Kitab-kitab yang dibukukan dimasa ini sudah cukup banyak, sehingga sebagian ulama yang mempelajari keadaan rawi-rawi hadits menganggap banyak rawi-rawi yang masih lemah.

    1.5 Periode Kelima: Masa Men-tasbih-kan Hadits dan Penyusunan Kaidah- Kaidahnya
    Dimasa ini merupakan puncak dari usaha pembukuan hadits, kitab-kitab hadits mulai tersebar kedalam masyarakat dan disambut dengan antusias oleh masyarakat, kemauan menghafal, membukukan hadits semakin meningkat, tokoh central dalam perkembangan hadits dimasa ini adalah al-Bukhori karena beliaulah yang sangat gencar meluaskan daerah yang dikunjungi untuk mencari hadits.
    Dimasa ini pula sudah dilakukan penyaringan hadits sahih oleh para ulama’, dan pekerjaan yang mulia ini kemudian diselelnggarakan dengan sempurna oleh Al-Imam Al-Bukhori dengan menyusun kitab Al-Famius Shahih.

    1.6 Periode Keenam: Abad IV hingga tahun 656 H.
    Dalam periode ini ada beberapa usaha penting yang dilakukan para ulama’. Diantaranya: Mengumpulkan hadits al-Bukhori dalam sebuah kitab, Mengumpulkan hadits dalam kitab enam, Mengumpulkan hadits dalam berbagai kitab, Mengumpulkan hadits hukum. Di periode ini juga muncul usaha istikhraj, umpamanya mengambil suatu hadits dari Al-Bukhori, lalu meriwayatkan sanad sendiri yang lain dari sanad al-bukhori, misal: “Mustakhraj Shahih Al-Bukhori oleh Hafidh Al-Jurjany”.

    1.7 Periode Ketujuh (656-sekarang)
    Periode ini disebut “Ahdu A-Sarhi wa Al-Jami’ wa At-Takhrij” atau masa pensyarahan (Penceramahan), penghimpunan, pen-tahrij-an, dan pembahasan. Usaha ulama’ sekarang adalah menerbitkan kitab hadits, menyaringnya mana yang shahih, mana yang dlaif, menyusun enam kitab tahrij, serta membuat kitab jami’ yang umum. selain itu para ulama hadits di periode ini juga mengumpulkan beberapa hadits kedalam kitab tertentu seperti kitab Jami’ Al-Masnaid wa As-Sunan Al-Hadi li Aqwami Sanan, karangan Al-Hafidz Katsir.

    BAB IV STRUKTUR HADITS

    A. Komponen Hadits
    Secara struktur hadits terdiri dari tiga komponen, diantaranya : sanad atau isnad (rantai penutur), matan (redaksi hadits/ isi hadits), mukharij (rawi/ periwayat) berikut hadits yang memuat tiga komponen tersebut. Contoh:

    hadits

    Hadits tersebut sudah memiliki 3 komponen dalam pembentukan suatu hadits, yaitu sanad yang ada pada lafal:

    sanad

    Matan yang ada pada lafal:
    matan

    Rawi yang ada pada lafal:
    rawi

    1. Sanad
    2. Sanad menurut bahasa artinya sandaran atau sesuatu yang dijadikan sebagai sandaran, dikatakan demikian karena suatu hadis bersandar kepadanya . Sedangkan pengertian sanad menurut istilah ilmu hadis, banyak ulama yang mengemukakannya, diantaranya ialah:

      As Suyuti dalam bukunya Tadrib ar Rawi, hal 41 , menulis:

        الاِخْبَارُ عَنْ طَرِيْقِ الْمَتَنِ
        “Berita tentang jalan matan”

        Mahmud at Tahhan, mengemukakan sanad adalah :
      سِلْسِلَةُ الرِّجَالِ الْمُوْصِلَةِ اِلىَ الْمَتْنِ
      “Mata rantai para perawi hadis yang menghubungkan sampai kepada matan hadis.”

      Dalam bidang ilmu hadis sanad itu merupakan salah satu neraca yang menimbang shahih atau dhaifnya suatu hadis. Jika para pembawa hadis tersebut orang-orang yang cakap dan cukup persyaratan, yakni adil, taqwa, tidak fasik, menjaga kehormatan diri, dan mempunyai daya ingat yang kuat, sanadnya bersambung dari satu periwayat kepada periwayat lain sampai kepada sumber berita pertama, maka hadisnya dinilai shahih. Begitupun sebaliknya, andaikan salah seorang dalam sanad ada yang fasik atau yang tertuduh dusta atau setiap para pembawa berita dalam mata rantai sanad tidak bertemu langsung (muttashil), maka hadis tersebut dhaif sehingga tidak bisa dijadikan hujjah.

    3. Matan
    4. Kata matan menurut bahasa berarti ما ارتفع وصلب من الارض yang berarti tanah yang tinggi dan keras, namun ada pula yang mengartikan kata matan dengan arti kekerasan, kekuatan, kesangatan. sedangkan arti matan menurut istilah ada banyak pendapat yang dikemukakan para ahli dibidangnya, diantaranya:

      Menurut Muhammad At Tahhan ما ينتهى اليه السند من الكلام
      “suatu kalimat tempat berakhirnya sanad”

      Menurut Ath Thibbi الفاظالحديثالتىتتقومبهامعاني
      “lafadz hadis yang dengan lafadz itu terbentuk makna”

      Jadi pada dasarnya matan itu ialah berupa isi pokok dari sebuah hadis, baik itu berupa perkataan Nabi atau perkataan seorang sahabat tentang Nabi. Posisi matan dalam sebuah hadis amatlah penting karna dari matan hadis tersebutlah adanya berita dari Nabi atau berita dari sahabat tentang Nabi baik itu tentang syariat atau pun yang lainnya,

    5. Mukharrij (rawi)
    6. Kata Mukharrij merupakan bentuk Isim Fa’il (bentuk pelaku) dari kata takhrij atau istikhraj dan ikhraj yang dalam bahasa diartikan; menampakkan, mengeluarkan dan menarik. sedangkan menurut istilah mukharrij ialah orang yang mengeluarkan, menyampaikan atau menuliskan kedalam suatu kitab apa-apa yang pernah didengar dan diterimanya dari seseorang (gurunya).
      Di dalam suatu hadis biasanya disebutkan pada bagian terakhir nama dari orang yang telah mengeluarkan hadis tersebut, semisal mukharrij terakhir yang termaksud dalam Shahih Bukhari atau dalam Sahih Muslim, ialah imam Bukhari atau imam Muslim dan begitu seterusnya.
      Seperti pada contoh hadis diatas, pada bagian paling akhir hadis tersebut disebutkan nama Al-Bukhari رواه البخاري yang menunjukkan bahwa beliaulah yang telah mengeluarkan hadis tersebut dan termaktub dalam kitabnya yaitu Shahih Al-Bukhari.

    BAB V CABANG-CABANG ILMU HADITS

    A. Cabang-cabang Ilmu Hadits
    1. Ilmu Rijalil Haidts
    2. “Ilmu yang membahas para rawi hadits, baik dari kalangan sahabat, tabiin, maupun generasi-generasi sesudahnya”. Ilmu ini mempunyai kedudukan sangat penting dalam ranah kajian ilmu hadits karena kajian ilmu hadits pada dasarnya terletak pada dua hal, yaitu matan dan sanad. Ilmu ini mengambil dua tempat yang khusus mempelajari persoalan-persoalan sekitar sanad maka mengetahui keadaan rawi yang menjadi sanad merupakan separuh dari pengetahuan.
      Bagian dari ilmu rijalil hadits ini adalah ilmu tarikh rijal al-hadits. Ilmu ini secara khusus membahas perihal aspek tanggal kelahiran, nasab atau garis keturunan, guru sumber hadits, jumlah hadits yang diriwayatkan, dan murid muridnya. Contoh kitab hasil karya para muhaditsin adalah: Al-Isti’ab fi Ma’rifah Al-Ashab karya Ibnu Abdul Bar (w. 463 H), Al-Ishabah fi Tamyiz As-Sahabah, Tahzib At-Tahzibkarya Ibnu Hajar Al-Asqalani dll.

    3. Ilmu Gharib Al-Hadits
    4. “Ilmu yang menerangkan makna kalimat yang terdapat dalam matan hadits yang sukar untuk diketahui maknanya dan jarang terpakai oleh umum”. Jadi ilmu ini membahas lafadz musykil dan susunan kalimat yang sukar dipahami sehingga orang tidak akan menduga-duga dalam memahami redaksi hadits.
      Pada masa sesudah sahabat, yaitu pada abad pertama dan masa masa tabiin sekitar 150 H, bahasa Arab yang tinggi mulai tidak dipahami oleh umu, dan hanya kalangan terbatas yang memahaminya. Untuk itu, para ahli hadits mengumpulkan kata-kata yang jarang terpakai dalam pergaulan sehari-hari.
      Menurut sejarah, orang yang mula-mula berusaha untuk mengumpulkan lafadz yang gharib adalah Abu Ubaidah Ma’mar bin Al-Mutsanna, yang kemudian dikembangkan oleh Abdul Hasan Al-Mazini. Contoh kitabnya seperti: Gharib Al-Qur’an dan Al-Hadits susunan Al-Harawi, Al-Faiq susunan Al-Zamaksyari. Kitab terbesarnya adalah An-Nihayah susunan Ibn Atsir.

    5. Ilmu Nasikh wa Al-Mansukh
    6. “Ilmu yang membahas hadits-hadits yang saling bertentangan yang tidak mungkin bias dikompromikan, dengan cara menentukan sebagiannya sebagai nasikh dan sebagian lainnya sebagai mansukh. Yang terbukti datang terdahulu sebagai mansukh dan terbukti datang kemudian sebagai nasikh”
      Ilmu ini sangat bermanfaat untuk pengamalan hadits bila ada dua hadits maqbul yang tanakud yang tidak dapat dikompromikan atau dijama’. Bila dapat dikompromikan, hanya sampai pada tingkat Mukhtalif al-Hadits, kedua hadits maqbul tersebut dapat diamalkan. Bila tidak bisa dijama’, hadits maqbul yang tanakud tersebut ditarjih atau di-nasakh.
      Perintis ilmu ini adalah Asy-Syafi’I dilanjutkan oleh Ahmad Ibn Ishaq Ad-Dinari, Muhammad Ibn Bahar Al-Ashbahani, Ahmad ibn Muhammad An-Nahhas dll. Contoh kitabnya seperti: An-Nasikh wa Al-Mansukh, karya Qatadah bin Di’amah as-Sadusi, Nasikh Al-Hadits wa Mansukhihi, karya Al-Hafidz Abu Bakar Ahmad bin Muhammad al-Atsram.

    7. Ilmu Jarh wa At-Ta’dil
    8. “Ilmu yang membahas hadits dari segi yang dapat menunjukkan keadaan mereka, baik yang dapat mencatatkan atau membersihkan mereka, dengan lafadz tertentu”. Sama halnya seperti ilmu-ilmu lainnya, ilmu ini sangat penting dalam hadits karena ilmu ini berguna untuk menetapkan adil atau tidaknya, diterima atau tidaknya seorang rawi dalam meriwayatkan sebuah hadits.
      Kitab-kitab yang terkenal berkenanan Ilmu Jarh wa At-Ta’dil adalah: Thabaqat Ibn Sa’ad dan At-Takmil fi Ma’rifat Ats-Tsiqat wa Adh-Dhu’afa wa Al-Majahilo.

    KESIMPULAN
    Dari apa yang telah kita bahas diatas, meskipun itu bersifat umum, secara garis besar kita bisa menyimpulkan bahwasannya hadits itu berpedoman pada rasul SAW, yang mana beliau sendiri dalam menjalankan apapun itu berdasarkan akan wahyu yang diturunkan kepadanya, bukan dari kehendak beliau sendiri.
    Sehingga mempelajari hadits dapat meningkatkan pengetahuan kita akan apa saja yang dilakukan oleh rasul, untuk kita gunakan pedoman sebagai penuntun menuju kejalan yang lurus dan diridlai-Nya
    Dalam prosesnya sebuah hadits bisa dikatakan Shahih apabila memiliki komponen yang lengkap, dan banyak juga ilmu-ilmu yang saling berhubungan untuk memperkuat ke-shahih-an sebuah hadits.

    DAFTAR PUSTAKA
  • Buku Ulumul Hadits karya, Pengarang : Drs.M. Agus S. M.AG
  • Buku Ulumul Hadits karya, Pengarang : Drs. H. Muhammad Ahmad - Drs.M. Mudzakir
  • http://www.fimadani.com/definisi-ulumul-hadits/ (diakses 20 Desember 2013)
  • http://ebookbrowsee.net/ul/ulumul-hadits-pdf (diakses 20 Desember 2013)
Baca Juga selengkapnya tentang Ayat Muhkam dan Mutasyabihat DISINI